Pengikut

Selasa, 03 Mei 2011

Suatu Konsep : Peran Strategis dan Tanggungjawab Mahasiswa

Mahasiswa adalah para pelajar yang sedang menempuh pendidikan tinggi di perguruan tinggi/universitas/institut/akademi yang sebelumnya telah menempuh pendidikan dasar dan menengah (SD-SMP-SMA). Perlu diketahui bahwa mahasiswa dalam keberadaannya memiliki suatu tanggungjawab atas klaim dirinya sebagai insan intelektual. Setidaknya ada empat pihak yang harus diberikan pertanggungjawaban oleh mahasiswa, antara lain : Dosen dan Institusi Kampus, Organisasi, Orangtua dan Rakyat. Empat pihak tersebut tidak pernah menuntut mahasiswa dalam hal apapun, namun mahasiswa sendiri itulah yang harus bertanggungjawab kepada pihak-pihak tersebut.

Dosen dan Institusi Kampus
Setiap mahasiswa yang duduk di perguruan tinggi manapun tentunya diwajibkan untuk hadir dalam setiap pertemuan perkuliahan bahkan terkadang disebutkan minimal 80% kehadiran untuk dapat menempuh UTS dan UAS. Hal itulah yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa, tidak peduli alasan apapun. Seorang aktivis yang benar-benar memikirkan jalan kedepannya pastilah akan mentaati hal ini, biasanya para aktivis yang kebablasan mengatakan “Jangan sampai kuliah mengganggu organisasi”. Hal tersebut apabila terus berlanjut justru akan menghancurkan masa depan diri sendiri. Tugas dari dosen pun memang diciptakan sebagai treatment untuk mahasiswa agar mencapai hasil maksimal. Walaupun terkadang berat dan saya sendiri pun juga ingin protes tentang hal ini, ilmu eksak pasti tidak jauh dari take home, laporan praktikum, studi kasus, dan tugas-tugas lain. Ada jam praktikum yang dibimbing oleh asisten praktikum dan tentunya berdampak pada laporan praktikum yang kebanyakan harus ditulis tangan. Harus diketahui juga bahwa terkadang dosen memberikan kuis mendadak setiap selang waktu dalam jam perkuliahan. Yang paling dahsyat adalah nilai UAS dan UTS yang diselenggarakan dalam 1 hari presentase dalam nilai akhir sangat besar, saya pun juga seperti tidak nyaman dengan sistem ini. Yang terakhir harus diperhatikan adalah nilai akhir praktikum bagi mereka mahasiswa eksak. Ini semua adalah hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjadi mahasiswa yang sukses dan bermanfaat (Seperti nama kabinet saja, haha).

Organisasi
Keberadaan organisasi di kampus adalah untuk mahasiswa, oleh mahasiswa dan dari mahasiswa itu sendiri. Ada berbagai macam organisasi pada Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) di kampus dan memang setiap organisasi ada karena dihidupkan kader-kader yang berada didalamnya. Setiap manusia pada prinsipnya memiliki suatu pemahaman yang berbeda terkait suatu hal dan hal itu yang kemudian menyebabkan idelisme mahasiswa. Pilihan organisasi sangat ditentukan oleh idealisme seorang mahasiswa. Mereka yang religious pasti banyak memilih menjadi aktivis dakwah kampus, mereka yang nasionalis, sosialis dan lain sebagianya memiliki tujuan berlabuh pada organisasi tertentu. Pada tataran itu, mereka yang telah masuk kedalam lingkup kegiatan kampus dan identik dengan pergerakan mahasiswa sering menamakan dirinya sebagai AKTIVIS. Mereka memiliki peran dan tugas tertentu pada posisi tertentu pula dan itulah yang harus dipertanggungjawabkan. Ketika telah memilih pada suatu organisasi maka kader tersebut harus konsisten dengan pilihannya. Baik dalam melaksanakan event / kegiatan mahasiswa maupun dalam melaksanakan pelayanan untuk mahasiswa. Organisasi menjadi titik berat penekanan cinta Almamater, baik institusi kampus maupun organisasi itu sendiri.

Orang Tua
Mahasiswa memang mereka-mereka yang memiliki fokus tujuan untuk menimba ilmu di kampus. Masalah financial / keuangan sebagian besar masih dipikul oleh orang tua. Mahasiswa harus pandai mengelola keuangan yang diberikan yang kadang terbatas atas pengeluaran yang sering tidak terbatas. Orangtua pasti juga menginginkan putra putrinya yang dikuliahkan jauh dari rumah untuk bisa menjaga pergaulan agar tidak terjerumus pada pergaulan yang hedonis dan salah arah. Mahasiswa memiliki tuntutan moral untuk mempertanggungjawabkan IPK kepada orang tua karena setiap orangtua pasti ingin anaknya berprestasi dan tidak sia-sia mengeluarkan banyak uang untuk biaya perkuliahan. Yang kemudian harus diperhatikan mahasiswa yang sedang aktif mengenyam pendidikan adalah waktu kelulusan. Waktu kelulusan sangat dipengaruhi oleh kemampuan prestasi akademik namun berdampak pada keuangan yang harus diberikan orangtua. Semakin lama seseorang tinggal di suatu tempat yang jauh untuk mengenyam pendidikan tinggi maka biaya yang dikeluarkan untuk itu juga besar. Kepercayaan orangtua pun harus dijaga dengan baik oleh mahasiswa yang tinggal jauh dari orangtuanya, karena sekali orangtua merasa terkecewakan maka untuk mendapatkan kepercayaan selanjutnya sulit.

Rakyat
Keberpihakan pada derita rakyat kecil, adalah hal yang harus selalu dijaga oleh mahasiswa sesuai dengan salah satu point pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu “Pengabdian Kepada Masyarakat”. Pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara dalam penyelenggaraan kegiatan semisal : Bakti sosial, Konsultasi gizi, Donor darah, Advokasi hukum gratis, Pembelaan pada hak-hak anak dll. Nasionalisme yang tinggi harus terus dilakukan untuk membantu memikirkan permasalahan bangsa yang lain. Dalam hal pembangunan dan pengentasan kemiskinan seminimalnya mahasiswa harus mampu menyampaikan aspirasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Mahasiswa lahir dari rakyat dan kelak juga harus mengabdi untuk rakyat, hal itulah yang juga merupakan salah satu konsep dari Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya.

Hambatan-hambatan
Beberapa hal yang dapat menghambat peranan mahasiswa yang strategis dan hambatan dalam mempertanggungjawabkan keberadaannya kepada berbagai pihak, antara lain :
1. Ketidakteraturan waktu serta buruknya manajemen waktu
2. Terjerumus pada paham/idealisme yang justru memperburuk kepribadian. Idealisme yang kebablasan justru akan membuat sekat-sekat dalam kehidupan mahasiswa di kampus
3. Hilangnya cita-cita dan tujuan utama (saat awal kuliah) akibat pengaruh hedonism (mengejar kesenangan semata
4. Kurangnya kepekaan sosial
5. Hanya terfokus pada satu tujuan saja yakni : KULIAH

Karenanya marilah kita mulai perubahan dari diri kita sendiri dan segera memahami tanggungjawab apa saja yang harus segera dilaksanakan dalam perencanaan panjang ke depan.

Hidup mahasiswa!!
Hidup rakyat Indonesia!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar